Kamis, 05 April 2012

JARINGAN TEMA


AMALINA HASYIATI
210609014 / PGMI ‘A’

BAB I
PENDAHULUAN
Pendekatan pembelajaran tematik ini bertolak dari suatu tema yang dipilih dan dikembangkan oleh guru bersama siswa dengan memperhatikan keterkaitannya dengan isi mata pelajaran. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema didharapkan akan memberikan banyak keuntungan, di antaranya: 1) siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama; 3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6) Siswa mampu lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain; 7) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan. Selanjutnya disini akan di bahas tentang Jaringan Tema.

Rumusan Masalah
1.      Apa Hakikat jaringan tema ?
2.      Bagaimana membuat jaringan tema ?



BAB II
PEMBAHASAN
JARINGAN TEMA
A.    Hakikat Jaringan Tema
Tema menurut Poerwadarminta (1983) adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan. Penggunaan tema dimaksudkan sebagai wadah/alat agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara lebih utuh, bermakna, mudah dan jelas. Dalam konteks pembelajaran di SD tersedia berbagai jenis tema yang dapat dipilih, seperti diri sendiri, keluarga, lingkungan, transportasi, kesehatan, kebersihan dan keamanan, hewan dan tumbuh-tumbuhan, pekerjaan, gejala alam dan
peristiwa, rekreasi, negara dan alat komunikasi.[1]
Jaringan tema adalah pola hubungan antara tema tertentu dengan sub-sub pokok bahasan yang diambil dari berbagai bidang studi terkait. Dengan terbentuknya jaringan tema diharapkan siswa-siswi memahami suatu tema tertentu dengan melakukan pendekatan interdisplin berbagai ilmu pengetahuan. Selain untuk mempermudah pemahaman, jaringan tema juga mempelajari pembiasaan agar siswa-siswi mampu berpikir secara integratif dan holistik.[2]
B.     Teknik Pembuatan Jaringan Tema
Pemilihan tema hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut :
1.  Kedekatan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari yang terdekat kepada tema yang semakin jauh dari kehidupan anak.
2. Kesederhanaan, tema hendaknya dipilih mulai dari yang mudah/sederhana sampai kepada yang lebih rumit bagi anak.
3. Kemenarikan, artinya tema hendaknya dipilih tema yang menarik minat anak.
4. Kekonkritan, artinya tema yang dipilih hendaknya bersifat konkrit.
5. Sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
            Penentuan tema, dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu :
1) Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.
2) Menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan, dilanjutkan dengan mengidentifikasi kompetensi dasar dari berbagai matapelajaran yang cocok dengan tema yang telah ada. Untuk menentukan tema tersebut guru dapat bekerjasama dengan siswa sehingga sesuai dengan minat siswa.
Setelah melakukan pemetaan dapat membuat jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dengan tema pemersatu dan mengembangkan indikator pencapaiannya untuk setiap kompetensi dasar yang terpilih. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema, kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Kompetensi dasar dan materi yang luas dan tersebar pada masing-masing mata pelajaran dapat mengakibatkan pemahaman yang parsial dan tidak terintegrasi, padahal memiliki jalinan konsep yang saling mendukung.[3]
Pembuatan jaringan tema melalui beberapa tahapan yang harus dilalui. Langkah-langkahyang harus dilalui dianratanya :
a.       Tentukan tema terlebih dahulu. Cara menentukan tema bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :
·         Mempelajari SK ( Standar Kompetensi ) dan KD ( Kompetensi Dasar ) yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran.
·         Menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpeduan.
b.       Menginvetarisasi meteri-meteri yang masuk / sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
c.       Mengelompokkkan materi-materi yang sudah diinvetarisir ke dalam rumpun mata pelajarannya masing-masing.
d.      Menghubungkan materi-materi yang telah dikelompokkan dalam rumpun mata pelajaran dengan tema.
C.    Kriteria Jaringan Tema yang Baik
Sebuah tema dapat dianggap baik jika memenuhi beberapa kriteria. Kriteria-kriteria tersebut adalah :
1.      Simpel, jaringan tema yang dibuat sesederhana mungkin dan tidak terbelit-belit dalam mengilustrasikan keterkaitan antara tema dengan materi-materi yang terkait dengannya.

2.      Sinkron, dari tema, adanya sinkronisasi antara tema dengan materi-materi yang dijaring didalamnya
3.      Logis, materi yang dijaring memang betul-betul merupakan bagian dari tema, sehingga tidak dibutuhkan tema lain untuk menjaring tama-tema tersebut.
4.      Mudah dipahami, jaringan tema yang dapat dipahami oleh semua orang. Jaringan tema diupayakan tidak hanya dipahami oleh pembuatnya, tetapi harus dapat digunakan oleh semua orang.
5.      Terpadu. Pembuatan jaringan tema diharapkan dapat menampilkan gambaran keterpaduan antara tema dengan materi menjadi bagian utuh yang akan dikembangkan menjadi skenario pembelajaran tematik. [4]




BAB III
KESIMPULAN
1.      Jaringan tema adalah pola hubungan antara tema tertentu dengan sub-sub pokok bahasan yang diambil dari berbagai bidang studi terkait.
2.      Langkah-langkah pembuatan jaringan tema :
Ø  Tentukan tema terlebih dahulu
Ø  Menginvetarisasi meteri-meteri yang masuk / sesuai dengan tema yang telah ditentukan.
Ø  Mengelompokkkan materi-materi yang sudah diinvetarisir ke dalam rumpun mata pelajarannya masing-masing.
Ø  Menghubungkan materi-materi yang telah dikelompokkan dalam rumpun mata pelajaran dengan tema.
3.      Kriteria tema yang baik :
a.       Simpel.
b.      Sinkron.
c.       Logis.
d.      Mudah dipahami.
e.       Terpadu






DAFTAR PUSTAKA
Buku LAPIS, Pembelajaran Tematik, Paket 7, hlm.7-7.
http://jeperis.blogspot.com/2007/06/pembelajaran-tematik.html


[2]Buku LAPIS, Pembelajaran Tematik, Paket 7, hlm.7-7.
[3] ttp://jeperis.blogspot.com/2007/06/pembelajaran-tematik.html
[4] Buku LAPIS, Pembelajaran Tematik, Paket 7, hlm 7-10

Rabu, 04 April 2012


KEBAHAGIAN
          Semua orang pasti menginginkan kebahagian, setiap insan pasti mendambakan keberhasilan, mengharapkan kesuksesan dan menantikan keberuntungan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa memang kebahagian adalahn kata yang sangat dirindukan oleh   setiap orang untuk mendapatkannya dan diwujudkan dalam hidup ini.
          Kebahagian tidak hanya semata-mata terletak pada harta kekayaan yang melimpah, jabatan dan kekuasaan, kuat fisiknya, cantik ataupun tampan wajahnya. Melainkan kebahagian yang hakiki memiliki ciri-ciri, pertama memiliki suami atau istri yang shalih shalihah. Suami yang shalih dan istri yang shalihah akan menjadi dambaan setiap orang, dia akan menjadi sumber kebahagiaan tidak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi pasangan hidupnya, bagi anak dan keturunannya, juga bagi orang-orang di sekitarnya.
          Kedua, memiliki anak yang shalih dan shalihah. Anak yang shalih dan shalih dan shalihah adalah kekayaan yang terbesar bagi setiap orangtua. Dia menjadi jalan dan sumbeer pertolongan bagi orangtuanya, bagikeluarganya, bagi orang-orang yang berada dilingkungannya. Untaian doa demi doa yang dipanjatkan adalah jalan pertolongan, sumber cahaya, dan benteng keselamtan dunia dan akhirat orangtuanya.
       Ketiga, memiliki badan yang sehat. Kesehatan adalah karunia terbesar yang harus kita syukuri. Bayangkan jika didup ini tanpa kesehatan, betapa menderitanya, meskipun kita bergelimpangan harta, jabatan tinggi, dan rumah mewah. Namun sayangnya sedikit sekali orang yang bersyukur atas kesehatan yang dimilikinya.
          Keempat, memiliki rezeki yang berlimpah dan berkah. Ciri rezeki yang berlimpah dan berkah adalah membuat hati tenang apabila memperolehnya, membawa manfaat dan maslahatsaat dibelanjakannya, serta menjadikan dekat dan taat dengan bertambahnya rezeki.
Kelima, memiliki tetangga yang baik. Pernahkah kita menyadari bahwa orang terdekat dalam hidup kita ternyata bukanlah sanak saudara kita, melainkan tetangga kita. Keenam, memiliki ilmu yang bermanfaat. Ilmu adalah penuntun bagi kehidupan seseorang. Tidak akan dapat mencapai kebahagian seseorang tanpa ilmu. Ibarat seseorang yang menginginkan makanan dalam sebuah lemari, harus memiliki kunci untuk membukanya.